Sabtu, 07 Desember 2019

LAPORAN PRAKTIKUM MODUL 5

LAPORAN PRAKTIKUM
JARINGAN KOMPUTER
MODUL 5

INTERVLAN ROUTING





DISUSUN OLEH:
SUFINANDA ISTIGNA D
SINFC-2019-03
(20190910080)




UNIVERSITAS KUNINGAN
PRODI SISTEM INFORMASI
2019-2020

 
DASAR TEORI

Satu VLAN adalah satu broadcast domain, sehingga satu buah komputer di sebuah VLAN tidak dapat terkoneksi dengan komputer yang berbeda VLAN. Agar komputer yang berbeda VLAN dapat terkoneksi maka dibutuhkan perangkat layer 3 yaitu router. Persyaratan router yang dapat dipakai untuk routing VLAN adalah router tersebut harus bisa dibuat trunking ke switch. Oleh karena itu, router-nya harus tersedia interface fastethernet, selain itu IOS untuk router tersebut juga harus mendukung trunking. Cirinya adalah interface-nya bisa dibuat subinterface, dan mendukung enkapsulasi ISL serta DOT1Q. Inter-VLAN routing adalah proses mem-forward traffic network dari satu VLAN ke VLAN lain menggunakan router. VLAN diasosiasikan dengan ip subnet yang unik pada network. Konfigurasi subnet akan memfasilitasi proses routing pada lingkungan beberapa VLAN. Ketika kita menggunakan router untuk memfasilitasi inter-VLAN routing, interface pada router dapat dihubungkan dengan VLAN yang berbeda. Setiap device pada VLAN tersebut mengirimkan traffic melalui router untuk mencapai VLAN lain.

Secara tradisional LAN routing menggunakan router dengan beberapa interface physical. Setiap interface harus dihubungkan dengan network yang berbeda dan dikonfigurasikan dengan subnet yang berbeda. Dalam network tradisional yang menggunakan beberapa VLAN, untuk mensegmentasi network traffic menjadi broadcast domain logical, routing ditunjukkan dengan menghubungkan interface physical router yang berbeda ke port  physical switch yang berbeda pula. Port switch terhubung dengan  router dalam mode  interface port. Setiap router interface kemudian dapat menerima traffic dari VLAN yang telah diasosiasikan dengan switch interface yang terhubung, dan traffic dapat di routing ke VLAN lain yang terhubung dengan interface lain.

Inter-VLAN routing secara tradisional mengharuskan beberapa interface physical  pada kedua router dan switch. Bagaimanapun juga, tidak semua konfigurasi inter-VLAN routing mengharuskan beberapa physical interface. Beberapa router software memperbolehkan konfigurasi router sebagai link trunk. Hal ini membuka kemungkinan terjadinya inter-VLAN routing. Router on a stick adalah salah satu jenis konfigurasi  router yang mana sebuah  interface physical me-routing traffic antara beberapa VLAN pada network. Router interface dikonfigurasikan untuk beroperasi  sebagai link trunk dan terhubung dengan sebuah port switch dalam mode trunk. Router menunjukkan inter-VLAN routing dengan menerima traffic VLAN yang telah di tag pada interface trunk dari switch dan secara internal me-routing antar VLAN menggunakan sub-interface. Kemudian router akan mem-forward traffic VLAN yang di tag menuju VLAN tujuan pada interface physical yang sama. Sub-interface adalah beberapa interface virtual yang diasosiasikan dengan interface physical. Sub-interface ini dikonfigurasikan  dengan software pada router  yang secara independent dikonfigurasikan  dengan ip address dan VLAN untuk beroperasi pada VLAN tertentu. Sub-interface dikonfigurasikan untuk beberapa subnet yang berbeda namun berhubungan dengan VLAN lain yang memfasilitasi routing secara logical sebelum  frame data di tag VLAN dan dikirimkan ke physical interface.
PEMBAHASAN
DESAIN JARINGAN
Desain jaringan untuk praktikum interVLAN routing sesuai dengan tampilan berikut ini :



KONFIGURASI IP PADA PC

Detail konfigurasi IP Address untuk tiap PC dan pengaturan port pada switch sesuaikan dengan data berikut :
1. PC0 kita berikan IP 10.10.10.2 dengan subnet mask 255.255.255.0 dan gateway nya 10.10.10.1



2. PC1 kita berikan IP 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0 dan gateway nya 192.168.1.1



3. Untuk switch0 kita atur VLAN nya dengan menambahkan VLAN 10 ADMIN dan VLAN 20 PUBLIC. Kemudian atur setiap port interface nya Fa 0/1 - Fa 0/10 10.10.10.2/255.255.255.0 untuk VLAN ADMIN dan Fa 0/11 - FA 0/20 192.168.1.2/255.255.255.0 untuk VLAN PUBLIC.











KONFIGURASI VLAN, SUBINTERFACES DAN IP PADA ROUTER
1. Lakukan konfigurasi Interface pada router dengan menggunakan CLI (Command Line Interface)
Tekan enter kemudian ketikan enable. Setelah itu hidupkan Fa 0/0 yang akan digunakan untuk membuat sub interface untuk VLAN. Berikut perintahnya :
Router#
Router#configure terminal
Router(config)#interface fastEthernet 0/0
Router(config-subif)#no shutdown
Router(config-subif)#exit
Router(config)#exit
Router#



2. Perintah untuk membuat VLAN ADMIN dan VLAN PUBLIC, berikut perintahnya :
Router#vlan database
Router(vlan)#Vlan 10 name ADMIN
Router(vlan)#Vlan 20 name PUBLIC
Router(vlan)#exit
Router#






3. Perintah untuk membuat sub-interface Fa 0/0.10 dan memberi ip address pada sub-interface Fa 0/0.10 untuk vlan 10, berikut perintahnya :
Router#
Router#configure terminal
Router(config)#interface fastEthernet 0/0.10
Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 10
Router(config-subif)#ip address 10.10.10.1 255.255.255.0
Router(config-subif)#no shutdown
Router(config-subif)#exit
Router(config)#exit
Router#



4. Perintah untuk membuat sub-interface Fa 0/0.20 dan memberi ip address pada sub-interface Fa 0/0.20 untuk vlan 20, berikut perintahnya :
Router#
Router#configure terminal
Router(config)#interface fastEthernet 0/0.20
Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 20
Router(config-subif)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
Router(config-subif)#no shutdown
Router(config-subif)#exit
Router(config)#exit
Router#



Sehingga Switch dan Router bisa saling terhubung seperti gambar berikut :



UJI COBA HASIL KONFIGURASI
Untuk menampilkan hasil konfigurasi, ketikan perintah sebagai berikut :
Router#show ip route
maka hasilnya adalah sebagai berikut :



kemudian setelah tampil subnet yang terpakai serta interface Fa0/0.10 Fa0/0.20 terkoneksi, maka selanjutnya adalah melakukan tes koneksi antar menggunakan PC menggunakan perintah Ping pada CMD. Maka hasilnya adalah sebagai berikut :
PC0 <=> PC0 (10.10.10.1)
Hasil : "Terkoneksi karena memanggil dirinya sendiri"
PC0 <=> gateway PC0 (10.10.10.1)
Hasil : "Terkoneksi karena masih dalam satu VLAN"



PC0 <=> PC1 (192.168.1.2)
Hasil : "Terkoneksi meskipun berbeda VLAN tetapi bisa terkoneksi melalui perantara ROUTER"
PC0 <=> gateway PC1 (192.168.1.1)
Hasil : "Terkoneksi antar VLAN melalui perantara ROUTER"









TUGAS
1.      Tambahkan sebuahb switch, dan tambahkan dua VLAN yang sama dengan metode VLAN trunking!
2.      Pastikan InterVLAN routing berjalan dengan baik antar tiap VLAN!
3.      Lakukan testing koneksi dengan perintah ping dari PC0!
4.      Analisa hasilnya!
Dari design yang sudah dibuat sebelumnya, kita hanya tinggal menambahkan 2 buah PC dan 1 buah switch yang kemudian dihubungkan sehingga nantinya bisa saling berkomunikasi.



Setelah itu lakukan konfigurasi IP Address pada setiap PC yang baru ditambahkan tadi, untuk IP nya akan saya berikan seperti berikut :
PC2 IP 10.10.10.4 Subnetmask 255.255.255.0 gateway 10.10.10.3
PC3 IP 192.168.1.4 Subnetmask 255.255.255.0 gateway 192.168.1.3





Setelah memberikan IP pada masing-masing PC selanjutnya mengkonfigurasi VLAN pada switch yang baru ditambahkan. Untuk VLAN 10 untuk ADMIN dan VLAN 20 untuk PUBLIC



Setelah mengkonfigurasi VLAN selanjutnya konfigurasi setiap port interface pada switch tersebut sesuai VLAN nya.








Setelah itu konfigurasi subinterface dan IP PC yang baru ditambahkan pada router menggunakan CLI (Command Line Interface). Perintahnya adalah sebagai berikut :

Router#
Router#configure terminal
Router(config)#interface fastEthernet 0/0.10
Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 10
Router(config-subif)#ip address 10.10.10.3 255.255.255.0
Router(config-subif)#no shutdown
Router(config-subif)#exit
Router(config)#exit
Router#

Router#
Router#configure terminal
Router(config)#interface fastEthernet 0/0.20
Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 20
Router(config-subif)#ip address 192.168.1.3 255.255.255.0
Router(config-subif)#no shutdown
Router(config-subif)#exit
Router(config)#exit
Router#





Kemidian kita lihat hasil dari konfigurasi dengan perintah :
Router#show ip route
Hasilnya adalah sebagai berikut :



Setelah selesai kita langsung tes koneksi menggunakan Ping dalam CMD dari PC0
PC0 <=> PC2 (10.10.10.4)
Hasil : "Terkoneksi antar VLAN dengan perantara ROUTER"



PC0 <=> PC3 (192.168.1.4)
Hasil : "Terkoneksi antar VLAN dengan perantara ROUTER"


DAFTAR PUSTAKA
  • Modul Pembelajaran Jaringan Komputer Universitas Kuningan




Sabtu, 30 November 2019

LAPORAN PRAKTIKUM MODUL 4

LAPORAN PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER

(MODUL 4)


VLAN TRUNKING 






DISUSUN OLEH:
SUFINANDA ISTIGNA DAMANULLOH
SINFC-2019-03
(20190910080)




UNIVERSITAS KUNINGAN
PRODI SISTEM INFORMASI
2019-2020









KATA PENGANTAR

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Puji dan syukur saya panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan karunia dan nikmatnya, tak lupa sholawat dan salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW kepada keluarga, sahabat, dan tak lupa kita selaku ummatnya yang taat dan patuh pada perintah dan ajarannya.
Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan Laporan Praktikum dengan judul "VLAN Trunking" sebagai bahan penilaian terhadap aktivitas perkuliahan khususnya Praktikum Jaringan Komputer di Laboratorium Fakultas Ilmu Komputer Universitas Kuningan.
Saya memohon maaf apabila dalam penyusunan laporan ini ada kekurangan dan kesalahan penyusunan, semoga dapat memberikan manfaat khususnya saya selaku penyusun laporan ini. Akhir kata saya ucapkan terima kasih.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.


Kuninngan, 30 November 2019





Penyusun        








DAFTAR ISI



KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Dasar Teori
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Maksud Dan Tujuan

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Desain Jaringan
2.2 Konfigurasi VLAN
2.3 Tugas

BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA









BAB I PENDAHULUAN


1.1  Dasar Teori

Trunking pada Port Switch

VTP (VLAN Trunking Protokol) adalah adalah suatu protokol untuk mengenalkan suatu atau sekelompok VLAN yang telah ada agar dapat berkomunikasi dengan jaringan. Atau menurut sumber lain mengatakan suatu metoda dalam hubungan jaringan LAN dengan ethernet untuk menyambungkan komunikasi dengan menggunakan informasi VLAN, khususnya ke VLAN. VLAN Trunking Protocol (VTP) merupakan fitur Layer 2 yang terdapat pada jajaran switch Cisco Catalyst, yang sangat berguna terutama dalam lingkungan switch skala besar  yang meliputi beberapa Virtual Local Area Network (VLAN).
VLAN merupakan suatu broadcast domain, sekumpulan port atau user yang kita kelompokkan. VLAN dapat mencakup beberapa switch, hal ini dapat dilakukan dengan mengonfigurasi VLAN pada bebarapa switch dan kemudian menghubungkan switch tersebut, dengan satu pasang port per VLAN.
Trunk link tidak dibuat untuk satu VLAN tertentu. Satu, beberapa, atau semua VLAN aktif dapat dilewati antar-switch dengan mengguunakan satu trunk link.Adalah mungkin untuk menghubungkan dua switch dengan link fisik terpisah untuk setiap VLAN. Namun dengan semakin banyaknya VLAN yang dibuat, maka jumlah link dapat bertambah dengan cepat. Cara yang lebih efisien adalah dengan menggunakan trunking. Untuk membedakan kepemilikan traffic pada trunk link, switch harus mempunyai metode untuk mengidentifikasi frame setiap LAN.
Sebenarnya fungsi dari VTP adalah memudahkan Jaringan yang mengakomodir dan network administrator dalam mengelola semua VLAN yang berskala besar dan telah dikonfigurasikan pada sebuah internetwork switch. Dalam artian bahwa dengan menggunakan fasilitas VTP, memungkinkan seorang jaringan atas untuk menambah, mengurangi, dan mengganti VLAN, dimana informasi VLAN tersebut kemudian disebarluaskan ke semua switch lainnya di domain VTP tersebut.
Sebuah VLAN Native ditandai dengan sebuah port trunk 802.1Q. Sebuah port trunk 802.1Q mendukung traffic dari banyak VLAN sama seperti traffic yang tidak berasal dari sebuah VLAN. Trunk adalah link point-to point diantara satu atau lebih interface ethernet device jaringan seperti router atau switch. Trunk Ethernet membawa  lalu lintas dari banyak VLAN melaluli link tunggal. Sebuah VLAN trunk mengijinkan kita untuk memperluas VLAN melalui seluruh jaringan. Jadi link trunk digunakan untuk menghubungkan antar device intermediate. Dengan menggunakan port trunk, dapat digunakan sebuah link fisik untuk menghubungkan banyak VLAN.
Sebuah port pada Switch Cisco Catalyst mempunyai beberapa mode trunk. Mode trunking tersebut didefinisikan untuk negosiasi antar port yang saling berhubungan dengan menggunakan Dynamic trunking Protocol (DTP). DTP merupakan sebuah protokol keluaran cisco. Switch dari vendor lain tidak mendukung DTP. DTP mengatur negosiasi mode trunk hanya jika port switch dikonfigurasi dalam mode trunk yang mendukung DTP. DTP mendukung baik ISL maupun 802.1Q. Ada tiga mode trunk pada DTP, yaitu : Trunk, Access, Dynamic Auto dan Dynamic Desirable.

1.2 Rumusan Masalah
Dari dasar teori diatas, rumusan masalah yang akan dibahas pada laporan ini adalah mengenai VLAN TRUNKING

1.3 Maksud Dan Tujuan
·         Mahasiswa memahami tentang fungsi TRUNK pada VLAN
·         Mahasiswa mampu mendesain jaringan dengan menerapkan VLAN TRUNKING
·         Mahasiswa mampu melakukan trouble shooting basic VLAN




BAB II
PEMBAHASAN


2.1 Desain Jaringan
Dengan menggunakan simulator cisco packet tracer, buat jaringan sesuai dengan desain berikut ini :



Setelah kita desain jaringannya, kita buat setting IP Address pada setiap PC

PC 0 IP ADDRESS : 10.10.10.10 | SUBNET MASK : 255.255.255.0
PC 1 IP ADDRESS : 10.10.10.11 | SUBNET MASK : 255.255.255.0
PC 2 IP ADDRESS : 10.10.10.12 | SUBNET MASK : 255.255.255.0
PC 3 IP ADDRESS : 10.10.10.13 | SUBNET MASK : 255.255.255.0
PC 4 IP ADDRESS : 10.10.10.14 | SUBNET MASK : 255.255.255.0
PC 5 IP ADDRESS : 10.10.10.15 | SUBNET MASK : 255.255.255.0
PC 6 IP ADDRESS : 10.10.10.16 | SUBNET MASK : 255.255.255.0
PC 7 IP ADDRESS : 10.10.10.17 | SUBNET MASK : 255.255.255.0

Tampak pada tiap switch terdapat dua VLAN yaitu VLAN SERVER dan VLAN ADMIN.
Pada praktikum akan dipraktekan supaya PC yang berada dalam VLAN yang sama meskipun terpisah secara fisik pada switch yang berbeda tetapi masih bisa digabungkan menggunakan metode trunking yang dilewatkan ke interface Fa0/24 sehingga bisa saling berkomunikasi.

2.2 Konfigurasi VLAN

Sesuaikan konfigurasi di switch dengan tabel berikut :

Switch0
SWITCH PORT RANGE
VLAN ID/Number
NAME
INTERFACE METHOD
Fa 0/1 – Fa 0/10
10
SERVER
Access
Fa 0/11 – Fa 0/20
20
ADMIN
Access
Fa 0/21 – Fa 0/24
ALL

Trunk

Switch1
SWITCH PORT RANGE
VLAN ID/Number
NAME
INTERFACE METHOD
Fa 0/1 – Fa 0/10
10
SERVER
Access
Fa 0/11 – Fa 0/20
20
ADMIN
Access
Fa 0/21 – Fa 0/24
ALL

Trunk

Setelah semuanya selesai, lakukan testing koneksi dengan menggunakan tool ping dari PC 0 dan PC 2 ke semua PC di jaringan dan tuliskan hasilnya di tabel berikut :
PING DESTINATION
HASIL
ANALISA
PC 0 -> PC 1
Success
Berada dalam VLAN yang sama
PC 0 -> PC 4
Success
Berada dalam VLAN yang sama
PC 0 -> PC 5
Success
Berada dalam VLAN yang sama
PC 0 -> PC 2
Fail
Berada dalam VLAN yang berbeda
PC 0 -> PC 3
Fail
Berada dalam VLAN yang berbeda
PC 0 -> PC 6
Fail
Berada dalam VLAN yang berbeda
PC 0 -> PC 7
Fail
Berada dalam VLAN yang berbeda

                       
                       
           
PING DESTINATION
HASIL
ANALISA
PC 2 -> PC 3
Success
Berada dalam VLAN yang sama
PC 2 -> PC 6
Success
Berada dalam VLAN yang sama
PC 2 -> PC 7
Success
Berada dalam VLAN yang sama
PC 2 -> PC 0
Fail
Berada dalam VLAN yang berbeda
PC 2 -> PC 1
Fail
Berada dalam VLAN yang berbeda
PC 2 -> PC 4
Fail
Berada dalam VLAN yang berbeda
PC 2 -> PC 5
Fail
Berada dalam VLAN yang berbeda

2.3 Tugas
1.      Tambahkan sebuah switch ke jaringan, atur konfigurasi VLAN sesuai dengan switch yang lain. Sambungkan UPLINK antar switch dengan metode Trunking!
2.      Tambahkan dua buah PC untuk mewakili VLAN MARKETING dan VLAN HRD (sambungkan ke switch port yang baru ditambahkan)!







HASIL TESTING PING


  Berikut ini adalah tampilan desain Switch dan 2 buah PC yang sudah ditambahkan

        Setting IP Address kedua PC tersebut
        PC 8 IP ADDRESS : 10.10.10.18 | SUBNET MASK : 255.255.255.0
        PC 9 IP ADDRESS : 10.10.10.19 | SUBNET MASK : 255.255.255.0
        Dan Tambahkan VLAN SERVER & ADMIN pada Switch yang baru
           
3. Testing Komunikasi dari PC 0 dan PC 2 ke PC yang ditambahkan! Tuliskahasilnya di tabel!
           Berikut adalah hasil testing koneksi :
           PC 0
PING DESTINATION
HASIL
ANALISA
PC 0 -> PC 1
Success
Berada dalam VLAN yang sama
PC 0 -> PC 2
Fail
Berada dalam VLAN yang berbeda
PC 0 -> PC 3
Fail
Berada dalam VLAN yang berbeda
PC 0 -> PC 6
Success
Berada dalam VLAN yang sama








BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
VTP (VLAN Trunking Protokol) adalah adalah suatu protokol untuk mengenalkan suatu atau sekelompok VLAN yang telah ada agar dapat berkomunikasi dengan jaringan. Atau menurut sumber lain mengatakan suatu metoda dalam hubungan jaringan LAN dengan ethernet untuk menyambungkan komunikasi dengan menggunakan informasi VLAN, khususnya ke VLAN. VLAN Trunking Protocol (VTP) merupakan fitur Layer 2 yang terdapat pada jajaran switch Cisco Catalyst, yang sangat berguna terutama dalam lingkungan switch skala besar  yang meliputi beberapa Virtual Local Area Network (VLAN).
VLAN merupakan suatu broadcast domain, sekumpulan port atau user yang kita kelompokkan. VLAN dapat mencakup beberapa switch, hal ini dapat dilakukan dengan mengonfigurasi VLAN pada bebarapa switch dan kemudian menghubungkan switch tersebut, dengan satu pasang port per VLAN.
Sebuah port pada Switch Cisco Catalyst mempunyai beberapa mode trunk. Mode trunking tersebut didefinisikan untuk negosiasi antar port yang saling berhubungan dengan menggunakan Dynamic trunking Protocol (DTP). DTP merupakan sebuah protokol keluaran cisco. Switch dari vendor lain tidak mendukung DTP. DTP mengatur negosiasi mode trunk hanya jika port switch dikonfigurasi dalam mode trunk yang mendukung DTP. DTP mendukung baik ISL maupun 802.1Q. Ada tiga mode trunk pada DTP, yaitu : Trunk, Access, Dynamic Auto dan Dynamic Desirable.


DAFTAR PUSTAKA

1. Modul Pembelajaran Jaringan Komputer Universitas Kuningan.